by

Suhardi Alius: Terorisme Adalah Masalah Global

Bratislava, Telaah Srategis Online – Isu terorisme telah lintas batas sehingga setiap negara perlu bekerjasama secara erat untuk menciptakan strategi dan program yang efektif untuk menghadapi radikalisasi dan ekstrimisme kekerasan. Meskipun masalah terorisme adalah masalah global namun akar permasalah terbentukan terorisme setiap negara berbeda.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suhardi Alius usai menandatangani ‘Memorandum of Understanding Between the National Counter Terrorism Agency of the Republic of Indonesia and the Ministry of Interior of the Slovak Republic on Counter-Terrorism Cooperation’ bersama Secretary of State Slovak Republic, Michal Bagacka di di kantor Kementerian Dalam Negeri Slowakia, Bratislava, Senin (24/5/2019).

“Dalam penanggulangan masalah terorisme, Indonesia melakukan dua pendekatan yaitu pendekatan soft power dan hard power. Dalam hal ini, BNPT bertugas melaksanakan pendekatan soft power. Sedangkan polisi melaksanakan pendekatan hard power,” kata Suhardi Alius.

Baca Juga: Ryamizard Ryacudu: Teroris Jadi Ancaman Nyata Indonesia

Melalui pendekatan soft power, kata Suhardi Alius, BNPT melaksanakan dua program yaitu program deradikalisasi bagi seluruh keluarga teroris selama satu sampai dua tahun dan program melawan radikalisasi guna memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ideologi ekstremis.

“Hal ini dilakukan dengan penunjukan ‘Duta Besar Perdamaian’ dari kalangan muda guna meyakinkan kaum muda agar tidak terpengaruh terhadap propaganda para ekstremis dengan bahasa milenial,” lanjut Suhardi Alius.

Selain itu, terang Suhardi Alius, juga dilaksanakan berbagai ceramah di sekolah-sekolah dan universitas, serta melalui media massa. Amerika Serikat memuji pendekatan ini karena dilakukan secara holistik, yang mencakup aspek penyegahan, penegakan hukum dan kompensasi korban.

Baca Juga: Untuk Lindungi Infrastruktur Kritis, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto Resmikan Satuan Siber TNI

“Indonesia telah memiliki perangkat hukum dan infrastruktur yang lengkap untuk pelatihan ataupun penanganan terorisme,” lanjutnya.

Kepada Pemerintah Slowakia, Kepala BNPT kata Suhardi Alius juga mengundang Kementerian Dalam Negeri Slowakia untuk mengikuti pelatihan terorisme yang diselenggarakan oleh Jakarta Centre For Law Enforcement Cooperation di Semarang.

Suhardi Alius juga menjelaskan secara ringkas upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Indonesia melalui kegiatan pencegahan dan de-radikalisasi, kegiatan operasi, penegakan hukum, peningkatan kapasitas dan kerja sama internasional.

Reporter: Mulyono Sri Hutomo
Editor: Rajab Ritonga

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru