by

Pengusaha dan Mantan Duta Besar Slowakia Berbagi Tips Berbisnis di Indonesia

Bratislava, Telaah Srategis Online – Sejumlah pengusaha Slowakia berbagi kisah sukses berbisnis di Indonesia di acara informal business luncheon untuk kalangan pengusaha dan investor yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bratislava, Selasa (18/6 2019).

Diawal acara, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Slowakia, H.E. Adiyatwidi Adiwoso Asmady menyampaikan ucapan terima kasih kepada kalangan bisnis Slowakia yang telah mengikuti kunjungan bisnis ke Indonesia pada Oktober 2018 dan serangkaian pertemuan bisnis forum di beberapa kota di Slowakia.

“Hal ini menunjukkan bahwa Slowakia melihat potensi bisnis dan investasi yang masih luas yang dapat dikembangkan, khususnya mengenai pengelolaan sampah, infrastruktur tol, bandara, dan energi. Sebaliknya Indonesia juga siap mengisi kekurangan tenaga kerja terampil di Slowakia,” kata Dubes RI Adiyatwidi Adiwoso Asmady.

Baca Juga: Perluas Pasar Indonesia di Slowakia, KBRI Gelar Seminar dan Forum Bisnis

Pada kesempatan tersebut, CEO Qualysoft Group Peter Oros, berbagi kisahnya memulai bisnis dengan pengusaha Indonesia. Pengusaha di bidang informasi teknologi ini mendorong pengusaha asal Slowakia untuk tidak ragu menjalin bisnis dengan Indonesia.

Qualysoft Group yang dipimpin Peter Oros telah bekerja sama dengan Kementerian Keuangan RI dalam pengembangan dan aplikasi centralized taxation system.

Ajakan yang sama disampaikan oleh Igor Junaz dari Kerametal Group yang telah menjual kendaraan lapis baja jenis angkut personel Alligator kepada Marinir TNI-AL Indonesia.

Daniel Futej dari PPA Group Slowakia, pebisnis yang ikut dalam delegasi misi bisnis ke Indonesia bulan Oktober 2018, membagi pengalaman dan menyampaikan kekagumannya pada perkembangan pesat ekonomi Indonesia dan berbagai macam pembangunan di Jakarta.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Slowakia, H.E. Adiyatwidi Adiwoso Asmady pada acara informal business luncheon untuk kalangan pengusaha dan investor. Foto: Istimewa
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Slowakia, H.E. Adiyatwidi Adiwoso Asmady pada acara informal business luncheon untuk kalangan pengusaha dan investor. Foto: Istimewa


Sementara itu, Ketua Kamar Dagang Indonesia-Slowakia, Mr. Milan Compel merencanakan untuk berpartisipasi pada TEI 2019, bersama beberapa pengusaha Slowakia lainnya.

Dua mantan Duta Besar Slowakia untuk Indonesia, Stefan Rozkopal dan Michal Slivovic juga meminta agar pebisnis Slowakia dapat meningkatkan interaksinya dengan dunia bisnis Indonesia.

Indonesia, menurut mereka menawarkan banyak kesempatan yang dapat dimanfaatkan pihak pengusaha Slowakia.

Baca Juga: Begini Wajah Indonesia di Mata Mantan Menteri Luar Negeri Slowakia

Keduanya juga membagi tips dan saran dalam berbisnis di Indonesia, dimana pebisnis Slowakia seyogyanya tidak memulai bisnis dari nol melainkan pada bidang dan sektor-sektor yang telah dirintis sebelumnya oleh kedua pihak. Terutama di bidang teknologi informasi, teknologi pengolahan sampah, dan energi.

Pertemuan bisnis yang dihelat KBRI Bratislava dihadiri oleh 35 orang tamu undangan yang berasal dari kalangan pemerintah, bisnis, Kamar Dagang Indonesia-Slowakia, hingga pengacara. Dari pemerintah Slowakia , hadir Stephan Rozkopal, Kepala Kantor Kepresidenan Slowakia. Karla Wursterova, Dirjen OI Kementerian Luar Negeri Slowakia, Direktur dan Dirjen Ekonomi Kementerian Luar Negeri Slowakia, serta dua mantan Dubes Slowakia di Indonesia.

Pertemuan ini juga diikuti oleh Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) di London, Inggris, dan PT. Binamandiri Muliaharja, pengerah tenaga kerja profesional Indonesia yang melakukan serangkaian pertemuan bisnis dan networking dengan pebisnis Slowakia.

Wakil Kepala IIPC London, Binsan Siregar mempromosikan beberapa proyek investasi di Indonesia, terutama di sektor infrastruktur, energi, dan pengolahan sampah. Sementera Karnaka dan Kristiana dari PT. Binamandiri melayani sejumlah permintaan tenaga kerja untuk pasar Slowakia dan Eropa.

Berita Terbaru