by

Letjen Purn. Teddy Lhaksmana: Kesadaran Nilai Luhur Sebagai Dasar Bela Negara

Jakarta, Telaah Srategis Online – Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen (Purn) Teddy Lhaksmana menyebutkan, bela negara tidak bisa hanya dilakukan dengan kekuatan fisik dan senjata semata, namun harus dilakukan melalui beragam upaya dan profesi.

“Bela Negara merupakan wadah peran dan konstribusi segenap komponen masyarakat, termasuk dunia usaha, dunia pendidikan, media, hingga tokoh pemuda dan tokoh agama, untuk memberikan sumbangsih kepada negara melebihi panggilan tugas yang menjadi tangung jawabnya. Seluruh warga negara dengan segala kelebihan dan kekurangannya tetap dapat memberikan sumbangsihnya dalam Bela Negara,” kata Teddy Lhaksmana saat menjadi inspektur upacara dalam rangka memperingati Hari Bela Negara ke-70, di Lapangan Upacara BIN, Jakarta, Rabu, (19/12/2018).

Baca Juga: Melihat Pemilihan Umum 2019 dari Perspektif Demografi

Dikutip dari laman bin.go.id, Letjen (Purn) Teddy Lhaksmana yang membacakan sambutan Presiden Joko Widodo mengatakan bangsa Indonesia telah menunjukkan keteladanannya dalam menjalankan demokrasi dan mencapai banyak kemajuan yang membanggakan.

Namun demikian tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia semakin komplek. Teknologi komunikasi dan informasi berkembang pesat. Akan tetapi juga mempermudah masuknya pengaruh budaya dan ideologi yang belum tentu sesuai dengan yang kita miliki. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran Bela Negara yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa,

“Diperlukan cara-cara yang inovatif serta adaptif dengan perkembangan zaman sehingga para generasi muda mendapat ruang untuk mengekspresikan kecintaannya pada Tanah Air. Merekalah yang akan menahkodai kapal besar Republik Indonesia di masa depan,” tegas Waka BIN.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meresmikan Satuan TNI Terintegrasi Natuna di Pelabuhan Faslabuh TNI AL, Selat Lampa, Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Foto: Puspen TNI

Ia menambahkan, kesadaran bela negara yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa, harus tertanam dalam jiwa dan raga segenap Bangsa Indonesia sejak dini melalui pendidikan serta Aksi Nasional Bela Negara di berbagai bidang.

Keberadaan ratusan suku bangsa, bahasa, adat istiadat, beragam agama dan kepercayaan di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia bukan menjadi hambatan untuk bersatu. Anugerah kemerdekaan dan persatuan serta kesatuan kita menjadi modal kuat untuk mewujudkan Aksi Nasional Bela Negara di berbagai bidang.

“Tugas bela negara bukanlah tugas yang ringan seiring dengan makin kompleksnya tantangan yang dihadapi. Namun melalui sinergi antar segenap elemen Bangsa Indonesia, kita mampu membawa Indonesia menjadi negara yang berdaulat, adil, dan makmur, serta berkepribadian dalam kebudayaan,” kata Teddy.

Peringatan Hari Bela Negara Tahun 2018 mengambil tema ‘Bela Negara Untuk Kemakmuran Rakyat’. Hari Bela Negara dicanangkan untuk menghormati dan mengajak semua warga negara untuk membela negara melebihi panggilan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru