by

KADIN Indonesia Gelar Diskusi Dampak Kepemilikan Saham E-Commerce Terhadap Ketahanan Ekonomi Nasional

Jakarta, Telaah Srategis Online – Lembaga Strategi Ketahanan Ekonomi (LSKE) Kadin Indonesia menggelar diskusi dengan topik “Dampak Operasional dan Kepemilikan Saham E-Commerce terhadap Ketahanan Ekonomi Nasional” di Gedung Menara Kadin Indonesia, kawasan Rasuna Said, Jakarta, Rabu (7/8/2019). 

“Kepemilikan saham startup ini juga didominasi oleh asing, karena itu di sini kita akan membahas tentang dampak operasional dan kepemilikan saham e-commerce terhadap ketahanan ekonomi nasional,” kata Ketua Lembaga Strategi Ketahanan Ekonomi (LSKE) Kadin Indonesia, Bayu Prawira kepada Telaah Strategis Online melalui siaran pers. 

Dari data yang dipublikasikan perusahaan konsultan manajemen multinasional McKinsey & Co, nilai pasar e-commerce Indonesia akan mencapai US$ 65 miliar atau sekitar 910 triliun Rupiah pada tahun 2022.

Angka tersebut naik delapan kali lipat dibandingkan tahun 2017 yang nilainya US$ 8 miliar atau sekitar 112 triliun Rupiah. Beberapa faktor yang menjadi pendorong diantaranya penetrasi pengguna smartphone, peningkatan daya beli masyarakat, serta adopsi teknologi masyarakat yang relatif cepat.

Baca Juga: Anggota IKAL Bertemu Ketua Umum KADIN Rosan Perkasa Roeslani

Gelaran diskusi membahas e-commerce ini dihadiri oleh pengusaha yang tergabung dalam Lembaga Inovasi Teknologi Start Up Kadin Indonesia, Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Indonesia, Didik J Rachbini. 

Juga perwakilan dari Asosiasi E-Commerce Indonesia, perwakilan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal, perwakilan dari Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) dan perwakilan dari start up. 

Para peserta memaparkan pendapat bertujuan memperoleh kesimpulan dampak operasional dan Kepemilikan saham e-commerce terhadap ketahanan ekonomi nasional, baik yang sudah terbukti maupun yang diharapkan ke depannya.


Melihat propek bisnis yang sangat besar ini, investor asing banyak mengucurkan dananya kepada perusahaan-perusahaan rintisan atau startup di Indonesia, diantaranya yang paling mengemuka kepada empat perusahaan, yakni Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak dan Traveloka, yang kini telah menjelma menjadi unicorn.

“Acara ini menjadi penting untuk membahas apa saja tantangan yang dihadapi oleh Indonesia setelah banyaknya modal asing yang masuk ke unicorn. Kemudian juga dibahas potensi-potensi apa saja yang akan didapatkan oleh Indonesia dengan berkembangnya e-commerce dan perkembangan unicorn,” lanjut Bayu Prawira.

Reporter: Mulyono Sri Hutomo
Editor: Rajab Ritonga



Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru